DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)


 Pengertian DHCP

DHCP merupakan protokol yang dipakai untuk pengalokasian alamat IP (IP address) dalam satu jaringan. DHCP merupakan Standar dari IETF (Internet Engineering Task Force). Jika Non DHCP, pemberian alamat IP manual satu persatu ke sel komputer. Jika menggunakan DHCP, seluruh komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.


Format Paket DHCP

►Ide dasar memberikan IP ke client, server harus ingat IP tersebut dan parameternya. 

►Yang dikirim bukan Cuma IP tapi juga parameter - parameter 

►Jika client booting sedapatkan mungkin diberi IP yang sama.


Mengapa Harus DHCP?

Protokol DHCP memudahkan kita ketika memberikan pengalamatan (IP) pada PC Client. Hal ini dikarenakan dalam pemberian menggunakan protokol DHCP kita tidak perlu memberikan alamat satu persatu. Dapat kita bayangkan apabila terdapat ratusan komputer yang belum dikonfigurasi IPnya butuh waktu berapa lama untuk memberikan IP secara manual satu persatu tanpa adanya protokol DHCP. Selain itu, host-host yang telah terkonfigurasi secara statis bisa berdampingan dengan dinamis. Namun, dibalik banyaknya keuntungan dari protokol DHCP perlu kita ketahui juga kelemahan DHCP.

Kelemahan DHCP

►Client tidak berhak bisa akses untuk mendapatkan informasi konfigurasi server.

        • Tinggal colokin kabel ke jaringan.

►Seseorang bisa setting server palsu.

►Bisa merusak atau konfigurasi jaringan yang tidak sesuai.

►Bisa meroute ke tempat yang salah untuk dipelajari isinya.


Keamanan DHCP

►Diperlukan pembuktian client yang masuk bukan penyusup

►Mencegah client yang tidak diinginkan terhubung ke jaringan


Komentar

Postingan Populer